Stasiun PSDKP Belawan

2 comments on “Stasiun PSDKP Belawan

  1. PROFIL POKMASWAS SDKP MITRA MINA KOTA TANJUNGBALAI

    SELAYANG PANDANG
    MASYARAKAT NELAYAN KOTA TANJUNGBALAI

    A. Kondisi Geografis
    Kota Tanjungbalai merupakan salah satu daerah yang berada di Kawasan Pantai Timur Sumatera Utara. Secara geografis Kota Tanjungbalai berada pada 2”58”00” Lintang Utara, 99”48”00” Bujur Timur dan 0 – 3 meter dari permukaan laut.
    Kota Tanjungbalai menempati area seluas 6.052.90 Ha yang terdiri dari enam (6) kecamatan meliputi antara lain :
    1. Kecamatan Datuk Bandar
    2. Kecamatan Datuk Bandar Timur
    3. Kecamatan Tanjungbalai Selatan
    4. Kecamatan Tanjungbalai Utara
    5. Kecamatan Sei Tualang Raso
    6. Kecamatan Teluk Nibung

    Kota Tanjungbalai juga terdiri dari 31 kelurahan defenitif yang meliputi antara lain :
    1. Kelurahan Sijambi
    2. Kelurahan Gading
    3. Kelurahan Pahang
    4. Kelurahan Pantai Johor
    5. Kelurahan Sirantau
    6. Kelurahan Pulau Simardan
    7. Kelurahan Semula Jadi
    8. Kelurahan Selat Tanjung Medan
    9. Kelurahan Selat Lancang
    10. Kelurahan Bunga Tanjung
    11. Kelurahan Tanjungbalai Kota II
    12. Kelurahan Tanjungbalai Kota I
    13. Kelurahan Karya
    14. Kelurahan Perwira
    15. Kelurahan Pantai Burung
    16. Kelurahan Indra Sakti
    17. Kelurahan Matahalasan
    18. Kelurahan Sejahtera
    19. Kelurahan Kuala Silo Bestari
    20. Kelurahan Tanjungbalai Kota III
    21. Kelurahan Tanjungbalai Kota IV
    22. Kelurahan Keramat Kubah
    23. Kelurahan Pasar Baru
    24. Kelurahan Sei Raja
    25. Kelurahan Sumber Sari
    26. Kelurahan Muara Sentosa
    27. Kelurahan Sei Merbau
    28. Kelurahan Pematang Pasir
    29. Kelurahan Kapias Pulau Buaya
    30. Kelurahan Beting Kuala Kapias
    31. Kelurahan Perjuangan.
    (sumber data : Badan Pusat Statistik Kota Tanjungbalai Tahun 2010 )

    B. Kondisi Demografis
    Berdasarkan angka proyeksi penduduk pertengahan tahun 2009, penduduk Kota Tanjungbalai berjumlah 167.500 jiwa dengan kepadatan penduduk sebesar 2.768 jiwa per Km2, sedangkan laju pertumbuhan penduduk pada tahun 2009 dibanding tahun 2000 adalah sebesar 2.64 %
    Jumlah penduduk terbanyak terdapat di Kecamatan Teluk Nibung yaitu sebanyak 38.722 jiwa dengan kepadatan penduduk 3.085 jiwa per Km2, sedangkan penduduk paling sedikit berada di Kecamatan Tanjungbalai Utara sebesar 18.051 jiwa. Kecamatan Tanjungbalai Utara merupakan kecamatan yang paling padat penduduknya dengan kepadatan 21.489 jiwa per Km2 dan Kecamatan Datuk Bandar merupakan kecamatan dengan kepadatan penduduk terkecil yaitu sebesar 1.507 jiwa per Km2.

    C. Potensi Perikanan

    Produksi perikanan Kota Tanjungbalai pada tahun 2009 tercatat 35.271.63 ton yang berasal dari 35.213 ton perikanan laut dan 58,63 ton perikanan darat. Perahu yang digunakan untuk menangkap ikan terdiri :
    1. Perahu Tanpa Motor sekitar 135 unit
    2. Perahu Motor sekitar 746 unit.
    Kemudian jumlah perahu motor yang berdasarkan Gross Tonase terdiri dari :
    1. 0 – 5 GT sebanyak 150 unit
    2. 5 – 9 GT sebanyak 147 unit
    3. 10- 19 GT sebanyak 22 unit
    4. 20 – 30 GT sebanyak 298 unit
    5. diatas 30 GT sebanyak 129 unit

    Sedangkan rumah tangga perikanan laut menurut jenis perahu terdiri dari :
    1. Perahu Kecil sekitar 125 unit
    2. Perahu Sedang sekitar 108 unit
    3. Perahu Motor sekitar 1.042 unit
    Selanjutnya banyaknya rumah tangga perikanan laut menurut jenis perahu dan berdasarkan kecamatan terdiri dari :
    1. Kecamatan Datuk Bandar terdiri dari 113 unit
    2. Kecamatan DT. Bandar Timur terdiri dari 43 unit
    3. Kecamatan Tanjungbalai Selatan terdiri dari 111 unit
    4. Kecamatan Tanjungbalai Utara terdiri dari 138 unit
    5. Kecamatan Sei Tualang Raso terdiri dari 100 unit
    6. Kecamatan Teluk Nibung terdiri dari 241 unit.
    Sementara itu jumlah nelayan yang tidak memiliki perahu berdasarkan kecamatan terdiri dari :
    1. Kecamatan Datuk Bandar sebesar 2.668 orang
    2. Kecamatan Datuk Bandar Timur sebesar 252 orang
    3. Kecamatan Tanjungbalai Selatan sebesar 2.592 orang
    4. Kecamatan Tanjngbalai Utara sebesar 2.495 orang
    5. Kecamatan Sei Tualang Raso sebesar 1.962 orang
    6. Kecamatan Teluk Nibung sebesar 7.713 orang

    Jumlah kapal Nelayan yang menggunakan jalur lalu lintas Sungai Asahan.
    1. Jenis Alat Tangkap Seine Net :
    Kapal 6 – 10 GT sebanyak 63 unit
    Kapal 11 – 30 GT sebanyak 24 unit
    2. Jenis Alat Tangkap Dredge Kerang :
    Kapal 6 – 10 GT sebanyak 47 unit
    3. Jenis Alat Tangkap Gillnet :
    Kapal 6 – 10 GT sebanyak 156 unit
    Kapal 11 – 30 GT sebanyak 4 unit
    4. Jenis Alat Tangkap Pancing Rawe :
    Kapal 6 – 10 GT sebanyak 33 unit
    5. Jenis Alat Tangkap Jaring Kantong :
    Kapal 6 – 10 GT sebanyak 2 unit
    Kapal 11 – 30 GT sebanyak 58 unit
    6. Jenis Alat Tangkap Purse Seine :
    6.1. Kapal 6 – 10 GT sebanyak 2 unit
    6.2. Kapal 11 – 30 GT sebanyak 113 unit
    6.3. Kapal > 31 GT sebanyak 74 unit
    7. Jenis Alat Tangkap Kapal Lampu :
    7.1. Kapal 6 – 10 GT sebanyak 23 unit
    8. Jenis Alat Tangkap Kapal Pengangkut :
    8.1. Kapal 6 – 10 GT sebanyak 50 unit
    8.2. Kapal 11- 30 GT sebanyak 18 unit
    8.3 Kapal > 31 GT sebanyak 1 unit
    9. Jenis Alat Tangkap Pukat Apung :
    9.1. Kapal 11 – 30 GT sebanyak 276 unit
    9.2. Kapal > 31 GT sebanyak 1 unit
    10. Jenis Alat Tangkap Pukat Kantong :
    10.1. Kapal 11 – 30 GT sebanyak 8 unit

    D. Identifikasi Sungai di Kota Tanjungbalai

    Kota Tanjungbalai mempunyai beberapa sungai yang sumber airnya berhulu dari Simalungun dan Danau Toba. Sungai – sungai tersebut terdiri dari :
    1. Sungai Bandar Jaksa
    2. Sungai Bandar Jepang
    3. Sungai Bandar Sipoyong
    4. Sungai Kanal Sultan
    5. Sungai Giam I
    6. Sungai Aek Noto
    7. Sungai Parit Kangkung
    8. Sungai Giam II
    9. Sungai Pantai Burung
    10. Sungai Kapias
    11. Sungai Tanjung Medan
    12. Sungai Sarap
    13. Sungai Daun Besar
    14. Sungai Merbau
    15. Sungai Rintis
    16. Sungai Matahalasan
    17. Sungai Silau
    18. Sungai Asahan
    ( Sumber Data : Dinas Pekerjaan Umum Kota Tanjungbalai Tahun 2009 )

    E. Identifikasi dan Kategori Masyarakat Nelayan

    Yang termasuk kedalam kategori masyarakat pesisir / nelayan Kota Tanjungbalai adalah sebagai berikut :
    1. Nelayan
    2. Budi Daya Perikanan
    3. Pedagang Hasil Perikanan
    4. Masyarakat Pengolah Perikanan
    5. Masyarakat yang kehidupan sosial ekonominya tergantung kepada sumber daya perikanan dan kelautan.

    Yang tergolong dalam criteria masyarakat nelayan adalah sebagai berikut :
    1. Masyarakat nelayan masuk kedalam kelompok masyarakat miskin
    2. Pendapatan rata – rata yang diperoleh dari hasil melaut Rp. 300.000/bulan
    3. Pendidikan masyarakat nelayan masih tergolong rendah.
    4. Masih terbatas terhadap akses permodalan usaha.
    5. Kultrur kewirausahaan yang tidak kondusif.

    Sistem permodalan usaha dan akses keuangan masyarakat nelayan disebabkan beberapa hal yaitu :
    1. Terbatasnya modal usaha
    2. Realisasi investasi modal pemerintah atau swasta masih kecil dibanding dengan modal keseluruhan pembangunan.
    3. Tidak adanya jaminan sebagai koleteral dari pinjaman modal nelayan
    4. Legalitas usaha yang kurang jelas
    5. Lembaga keuangan kurang yakin berinvestasi kepada nelayan.

    Realitas kebutuhan modal usaha masyarakat nelayan dipenuhi oleh :
    1. Tengkulak
    2. Pengijon
    3. Tokeh / Pengusaha

    Kultur Kewirausahaan Masyarakat Nelayan Kota Tanjungbalai
    1. Masih bercorak manajemen keluarga yang hanya berorientasi sekedar memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
    2. Sikap hidup boros dan kurang produktif.
    3. Kewirausahaan tidak berorientasi kepada bisnis
    4. Masih kurangnya kemandirian masyarakat nelayan
    5. Belum mampu mengelola teknologi produksi.

    KELOMPOK MASYARAKAT PENGAWAS
    SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN MITRA MINA

    A. Landasan Hukum.

    1. Undang – Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.
    2. Undang – Undang Nomor 5 Tahun 1983 tentang Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI )
    3. Undang – Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya
    4. Undang – Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau – Pulau Kecil.
    5. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor Kep.30/MEN/2001 tentang Organisasi Tata Kerja Departemen Kelautan dan Perikanan
    6. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor Kep.58/MEN/2001 tentang Tata Cara Pelaksanaan Ssitem Pengawasan Masyarakat dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan dan Kelautan.
    7. Peraturan Daerah Kota Tanjungbalai Nomor 26 Tahun 2004 tentang Pembentukkan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah dalam Bentuk Dinas Kota Tanjungbalai.
    8. Keputusan Walikota Tanjungbalai Nomor 060.1/478.BK/2004 tentang Urusan Tugas dan Fungsi Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Tanjungbalai.
    9. Surat Keputusan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Tanjungbalai Nomor : 523/021.a/2011 tentang Pembentukan POKMASWAS SDKP MITRA MINA tertanggal 02 Februari 2011

    B. Personalia POKMASWAS SDKP MITRA MINA

    K e t u a : H. Ahmad Gumri
    Sekretaris : Endang Harianto
    Bendahara : U s m a n
    A n g g o t a : Sayuti Sinaga
    A n g g o t a : Hairun Nasution
    A n g g o t a : Suhibon Sinaga
    A n g g o t a : P a e t
    A n g g o t a : Suhaimi
    A n g g o t a : S a i d i
    A n g g o t a : R u s l a n
    A n g g o t a : Haliyus Lubis.

    C. Tugas Pokok POKMASWAS

    Kelompok Masyarakat Pengawas Sumber Daya Kelautan Perikanan dan (POKMASWAS SDKP) Kota Tanjungbalai mempunyai tugas dan fungsi dalam hal :
    1. Mengimformasikan adanya suatu tindakan pidana dibidang perikanan dan kelautan yang berada diwilayah perairan dan kelautan Kota Tanjungbalai.
    2. Melaporkan infromasi tentang pelanggaran jalur penangkapan ikan yang terjadi di perairan dan kelautan Kota Tanjungbalai kepada instansi terkait.
    3. Memberikan informasi kepada instansi terkait tentang pelanggaran terhadap masuknya dan beredarnya ikan yang mengandung zat-zat yang dilarang.
    4. Melakukan pelestarian ekosistem dan kebersihan lingkungan perairan dan kelautan Kota Tanjungbalai
    5. Melakukan kerjasama dengan berbagai kelompok masyarakat pengawas lainnya dengan tugas dan fungsi yang sama
    6. Dalam melaksanakan tugasnya POKMASWAS SDKP harus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tanjungbalai melalui Dinas Perikanan dan Kelautan.

    D. Ruang Lingkup POKMASWAS
    Secara umum ruang lingkup pekerjaan POKMASWAS terdiri dari empat bidang utama, yaitu :
    • Penangkapan ikan
    • Pembudidayaan ikan
    • Pengolahan ikan
    • Pelestarian sumberdaya perairan
    Dari keempat bidang utama tersebut, para anggota POKMASWAS dapat mengembangkannya menjadi item-item yang lebih rinci, misalnya pengawasan atas
    1. Penggunaan bahan dan/atau alat dan/atau cara dan/atau bangunan yang merugikan dan/atau membahayakan kelestarian sumberdaya ikan dan/atau lingkungannya;
    2. Pengrusakan ekosistem perairan (Mangrove, Terumbu karang, Lamun)
    3. Aktivitas di daerah suaka perikanan, atau daerah wisata laut
    4. Eksploitasi terhadap sumberdaya non hayati (pasir laut ), BMKT (Benda Muatan Kapal Tenggelam), penambangan liar tanpa izin (PETI)
    5. Pencemaran, pembuangan limbah

    E. Jenis Pelanggaran dan Bentuk Pelaporan POKMASWAS
    secara umum jenis pelanggaran undang-undang perikanan di daerah kurang lebih sama, yaitu :
    1. Penggunaan bahan terlarang (bom, racun, listrik)
    2. Penggunaan alat penangkap ikan terlarang ( trawl =arad/gardan)
    3. Pelanggaran jalur dan daerah penangkapan ikan
    4. Beroperasinya kapal ikan asing di laut teritorial dan/atau mengganggu nelayan
    5. Pelanggaran perizinan usaha
    6. Penangkapan/pengolahan/distribusi/pengumpulan
    6. Beroperasinya kapal ikan asing tanpa izin
    7. Transhipment di tengah laut
    8. Pencemaran perairan
    9. Pencurian benda berharga dari kapal tenggelam
    10.Pengerukan pasir laut tanpa/tidak sesuai izin

    F. Peran Serta POKMASWAS
    1. Pengawasan Sumber Daya Perikanan dan Kelautan tidak hanya dilakukan oleh Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan yang dihunjuk langsung oleh Kementerian.
    2. Oleh sebab itu, peran serta atau keterlibatan masyarakat sangat penting untuk mengawasi sumber daya perikanan dan kelautan.
    3. Peran serta masyarakat dalam pemnafaatan sumber daya perikanan dan kelautan meliputi :
    a. Pariwisata
    b. Usaha Perikanan Tangkap dan Budi Daya
    c. Bahan Baku Obat-Obatan
    d. Pemanfaatan hutan mangrove untuk memperoleh bahan baker kayu dan bangunan
    e. Perlindungan spesies yang dilindungi dikawasan konservasi.

    G. Komponen Kelembagaan POKMASWAS
    1. Kualitas Organisasi :
    a. Keberadaan Institusi
    b. Kepemimpinan
    c. Keanggotaan
    d. Aturan dan Sanksi
    e. Keterbukaan Organisasi
    f. Sumber Dana
    2. Komponen Kinerja Pengawasan :
    a. Independensi dalam Pengawasan
    b. Sistem Penegakkan Sanksi
    c. Pola Koordinasi
    d. Pelaporan Kegiatan

    H. Rencana Strategis Kerja POKMASWAS
    1. Pengadaan Mobilier Organisasi.
    2. Penyediaan Audio Visual
    3. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia melalui Pelatihan & Penyuluhan
    4. Pemberian Buku Hukum dan Perundang – Undangan Perikanan
    5. Pembangunan Fasilitas Pos Pengawasan
    6. Pengadaan Kapal, Alat Navigasi dan Komunikasi

    F. Sekretariat POKMASWAS MITRA MINA
    Jln. M. Abbas Lingkungan – II Kelurahan Tanjungbalai Kota II Kecamatan Tanjungbalai Selatan Kota Tanjungbalai Hp : 081361098309/085262455930 Email : pokmaswasmitramina@ymail.com

    • kita apresiasi banget keberadaan POKMASWAS MITRA MINA , namun kita berharap data statistik diatas dapat menjadi penunjang program kegiatan pembangunan kelautan kodya tanjung balai , dan industri kelautan terpadu dengan management dan tata kelolah yang lebih berkwalitas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s