Masyarakat Anyer Tolak Penambangan Pasir Laut

Sejumlah elemen masyarakat di Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Provinsi Banten,  menolak rencana penambangan pasir laut yang akan dilakukan oleh PT Pasir Sentosa Jaya dalam waktu dekat.  “Kami menolak adanya penambangan pasir laut di sekitar perairan Anyer dan Selat Sunda, karena merusak biota dan ekositem yang ada di laut,” kata Ahmad Sekhu, salah seorang perwakilan nelayan Anyer dalam acara sosialisasi kerangka acuan analisis dampak lingkungan (Ka-Andal) proyek penambangan pasir yang digelar Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Serang, di Restoran Sulawesi, Desa Cikoneng, Kecamatan Anyer, Selasa (1/11). Baca lebih lanjut

Iklan

Kegiatan Penambangan Inkonvensional Perlu Ditangani Secara Arif Dan Bijaksana

ponton penambang timah - doc. DitwasSDK

Bangka Tengah – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sangat peduli dengan penanggulan masalah dalam hal pertambangan yang mempunyai dampak langsung maupun tidak langsung di masyarakat, hingga hal tersebut sangat perlu untuk dibahas pada rapat koordinasi yang diadakan bersama oleh Gubernur dengan para Bupati, Walikota, Kapolda dan Kepala SKPD terkait. Baca lebih lanjut

Kemanfaatan Mineral Ikutan dalam Penambangan Pasir Laut

Daerah Riau Kepulauan (laut dan pulau-pulaunya) adalah bagian dari jalur endapan bijih timah terbesar di dunia yang membentang dari Myanmar, Thailand, Malaysia, Kepulauan Riau, Bangka dan Belitung, terus ke Pulau Karimata di sebelah barat Kalimantan. Endapan bijih timah di daerah ini sebagian besar merupakan endapan residu sisa pelapukan batuan yang semula mengandung bijih timah tersebut. Baca lebih lanjut

Nelayan Masih Trauma Ekspor Pasir Laut

Alat berat sedang mengeruk pasir di Bintan

BINTAN (TP) – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bintan kembali me-nyuarakan penolakan akan wacana pembukaan kembali kran ekspor pasir laut dari Kepri ke Singapura. Penolakan itu dinilai berdasar, karena kerusakan-kerusakan yang sebelumnya terjadi juga belum pulih hingga sekarang. “Nelayan masih trauma. Kita masih ingat parahnya kegiatan ekspor pasir itu sebelumnya. Laut keruh, kubangan di mana-mana. Nelayan juga susah mencari ikan,” kata Baini, Ketua HNSI Bintan kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (10/2). Baca lebih lanjut