Masyarakat Anyer Tolak Penambangan Pasir Laut

Sejumlah elemen masyarakat di Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Provinsi Banten,  menolak rencana penambangan pasir laut yang akan dilakukan oleh PT Pasir Sentosa Jaya dalam waktu dekat.  “Kami menolak adanya penambangan pasir laut di sekitar perairan Anyer dan Selat Sunda, karena merusak biota dan ekositem yang ada di laut,” kata Ahmad Sekhu, salah seorang perwakilan nelayan Anyer dalam acara sosialisasi kerangka acuan analisis dampak lingkungan (Ka-Andal) proyek penambangan pasir yang digelar Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Serang, di Restoran Sulawesi, Desa Cikoneng, Kecamatan Anyer, Selasa (1/11). Baca lebih lanjut

Iklan

Pemkab Pamekasan Data Penambang Pasir

Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, melakukan pendataan penambang pasir ilegal di pantai utara wilayah setempat, sebagai upaya mengarahkan mereka beralih ke pekerjaan lain, karena menambang pasir merusak lingkungan. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap para penambang pasir. Bupati Pamekasan Kholilurrahman menjelaskan, meski secara hukum pekerjaan mereka salah, karena telah menyebabkan kerusakan lingkungan, akan tetapi pengarahan dan pembinaan oleh pemerintah perlu dilakukan. “Oleh karena itu, saat ini kami lakukan pendataaan, dan selanjutnya para penambang ini kami arahkan untuk bekerja selain pekerjaan menambang pasir,” kata Kholilurrahman di Pamekasan, Jumat (6/5). Pemkab sambung bupati kini juga telah membentuk tim guna melakukan pendataan terhadap jumlah pekerja penambang yang ada di wilayah itu. Hanya saja, sambung Kholil hingga kini belum ada data yang valid tentang jumlah penambang yang ada di pantai utara Pamekasan. Baca lebih lanjut

Kegiatan Penambangan Inkonvensional Perlu Ditangani Secara Arif Dan Bijaksana

ponton penambang timah - doc. DitwasSDK

Bangka Tengah – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sangat peduli dengan penanggulan masalah dalam hal pertambangan yang mempunyai dampak langsung maupun tidak langsung di masyarakat, hingga hal tersebut sangat perlu untuk dibahas pada rapat koordinasi yang diadakan bersama oleh Gubernur dengan para Bupati, Walikota, Kapolda dan Kepala SKPD terkait. Baca lebih lanjut

Kemanfaatan Mineral Ikutan dalam Penambangan Pasir Laut

Daerah Riau Kepulauan (laut dan pulau-pulaunya) adalah bagian dari jalur endapan bijih timah terbesar di dunia yang membentang dari Myanmar, Thailand, Malaysia, Kepulauan Riau, Bangka dan Belitung, terus ke Pulau Karimata di sebelah barat Kalimantan. Endapan bijih timah di daerah ini sebagian besar merupakan endapan residu sisa pelapukan batuan yang semula mengandung bijih timah tersebut. Baca lebih lanjut

Nelayan Masih Trauma Ekspor Pasir Laut

Alat berat sedang mengeruk pasir di Bintan

BINTAN (TP) – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bintan kembali me-nyuarakan penolakan akan wacana pembukaan kembali kran ekspor pasir laut dari Kepri ke Singapura. Penolakan itu dinilai berdasar, karena kerusakan-kerusakan yang sebelumnya terjadi juga belum pulih hingga sekarang. “Nelayan masih trauma. Kita masih ingat parahnya kegiatan ekspor pasir itu sebelumnya. Laut keruh, kubangan di mana-mana. Nelayan juga susah mencari ikan,” kata Baini, Ketua HNSI Bintan kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (10/2). Baca lebih lanjut

Kronologi Larangan Ekspor Pasir Laut


Tongkang pengangkut pasir laut

Kegiatan ekspor pasir laut ke Singapura sendiri dimulai sejak 1976 seiring dengan dimulainya proyek Reklamasi (perluasan) pantai daratan Singapura. Hanya ada tiga pemain besar di sini. Kelompok pertama yang menguasai dua Kuasa Penambangan (KP): PT Equator Reka Citra, PT Nalendra Bhakti Persada, PT Indoguna Yuda Persada, PT Sangkala Duta Segara, dan PT Sugi Mahaya. Sedangkan, kelompok kedua dan ketiga masing-masing dengan satu KP: PT Citra Harapan Abadi dan PT Beralang Sugi Bulan. Data Koran TEMPO menyebutkan pada tahun 1990 luas negara Singapura adalah 580KM2, tapi peta pada tahun 2010 menjadi 760 KM2 , artinya bertambah 31% dibanding tahun 1990. Untuk itu, Pemerintah Negara Singapura hingga tahun 2010 membutuhkan pasir urug sebanyak 7,120.000,000 M3. Pasir sebanyak itu untuk mereklamasi di dua kawasan yakni pantai barat dan pantai Timur.
Baca lebih lanjut