Pemkab Pamekasan Data Penambang Pasir

Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, melakukan pendataan penambang pasir ilegal di pantai utara wilayah setempat, sebagai upaya mengarahkan mereka beralih ke pekerjaan lain, karena menambang pasir merusak lingkungan. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap para penambang pasir. Bupati Pamekasan Kholilurrahman menjelaskan, meski secara hukum pekerjaan mereka salah, karena telah menyebabkan kerusakan lingkungan, akan tetapi pengarahan dan pembinaan oleh pemerintah perlu dilakukan. “Oleh karena itu, saat ini kami lakukan pendataaan, dan selanjutnya para penambang ini kami arahkan untuk bekerja selain pekerjaan menambang pasir,” kata Kholilurrahman di Pamekasan, Jumat (6/5). Pemkab sambung bupati kini juga telah membentuk tim guna melakukan pendataan terhadap jumlah pekerja penambang yang ada di wilayah itu. Hanya saja, sambung Kholil hingga kini belum ada data yang valid tentang jumlah penambang yang ada di pantai utara Pamekasan.

“Berdasarkan data yang disampaikan Polres Pamekasan jumlah penambang yang ada di Pantura itu hanya sebanyak 86 orang jiwa, tapi menurut Front Pamekasan Peduli sebanyak 126 orang penambang,” katanya.

FPP merupakan salah satu LSM yang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat di wilayah pantai utara Pamekasan. Kelompok ini getol memprotes aksi penambangan yang dilakukan oknum masyarakat di pantai utara Pamekasan hingga menyebabkan adanya kerusakan lingkungan di sekitar bibir pantai bahkan menyebabkan puluhan rumah warga yang tinggal di sepanjang pantai utara Pamekasan rusak.

Menurut bupati, berdasarkan data yang disampaikan Muspika Kecamatan Pasean, jumlah penambang pasir yang ada di wilayah itu justru lebih banyak lagi, yakni mencapai 322 orang dan data menurut pengepul penambang pasir sebanyak 396 orang. “Data terbanyak justru yang disampaikan Kades Batukerbuy, yakni sebanyak 412 orang,” kata Bupati Pamekasan Kholilurrahman menjelaskan.

Di Pantura Pamekasan itu, aksi penambangan pasir yang dilakukan oknum warga di dua wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Pasean dan Kecamatan Batumarmar. Sementara di wilayah Kecamatan Batumarmar sendiri, jumlah penambang pasir hasil pendataan sebanyak 32 orang.

Bupati Pamekasan Kholilurrahman menyatakan, pihaknya masih akan melakukan kroscek ulang tentang data-data yang disampaikan masyarakat dan tim petugas pendataan pemkab Pamekasan tersebut sebelum pemerintah kabupaten memberikan bantuan modal usaha kepada mereka. (Ant/Van)

sumber : KRjogja.com/6 Mei 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s