Kegiatan Penambangan Inkonvensional Perlu Ditangani Secara Arif Dan Bijaksana

ponton penambang timah - doc. DitwasSDK

Bangka Tengah – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sangat peduli dengan penanggulan masalah dalam hal pertambangan yang mempunyai dampak langsung maupun tidak langsung di masyarakat, hingga hal tersebut sangat perlu untuk dibahas pada rapat koordinasi yang diadakan bersama oleh Gubernur dengan para Bupati, Walikota, Kapolda dan Kepala SKPD terkait.

Rapat dalam rangka mengevaluasi permasalahan pertambangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini di prakarsai oleh Kapolda M. Rum Murkal, dan digelar di Center Hall Hotel Novotel pada hari rabu 30 Maret 2011, yang diadakan dari jam 9 pagi hingga sekitar pukul 3 sore.

Masalah ini perlu diangkat karena mencermati kondisi dan permasalahan yang terjadi saat ini, yang perlu ditangani secara arif dan bijaksana, karena kegiatan pertambangan ini merupakan salah satu pendukung perekonomian masyarakat.

Dan Pemerintah sedang melakukan upaya-upaya untuk membantu pengelolaan kegiatan pertambangan secara baik dan benar, agar masyarakat terjamin keamanannya dalam melakukan kegiatan penambangan. Dan mengenai kegiatan penambangan ini disebutkan dalam Undang-undang No 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara bahwa rakyat melaksanakan usaha pertambangan dalam suatu wilayah pertambangan rakyat. Wilayah pertambangan rakyat ini ditetapkan oleh Bupati/Walikota sesuai dengan kriteria tertentu.

“Kegiatan penambangan timah ini masih sangat besar kontribusinya dalam pergerakan ekonomi makro atau mikro di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kemudian permasalahan-permasalahan dari penambangan ini dihadapi oleh Bupati dan Walikota, dimana ada beberapa hal atau substansi yang tidak bisa diimplementasikan di lapangan, dan hal ini perlu diketahui oleh Pemerintah Pusat bahwa dalam Undang-undang No 4 tahun 2009 ada substansi-substansi yang tidak bisa diimplementasikan tersebut, dan ini bisa menjadi bahan penyempurnaan dari Undang-undang, oleh karena itulah pertemuan kita pada hari ini untuk mencari solusinya,” tutur Gubernur Eko.

Pada kesempatan tersebut Kapolda M. Rum Murkal menyampaikan bahwa kegiatan penambangan ini memang sudah dilakukan sejak zaman Belanda dulu, dan pandangan dari masyarakat sering mengatakan bahwa timah tidak akan pernah habis, pada kenyataannya apabila diekspioitasi terus, maka cadangan timah akan semakin menipis, sedangkan persaingan usaha untuk mendapatkan pasir timah sangat ketat sehingga berdampak pada permasalahan yang sangat kompleks seperti ekologis, yuridis, ekonomis dan sosiologis.

Kemudian mengenai aktivitas penambangan illegal baik di darat dan dilaut mendorong ketidak taatan dimasyarakat kepada hukum. Diketahui juga kerusakan hutan dan laut kawasan pantai dapat menjadi ancaman di masa mendatang, karena itu perlu diadakan tindakan preventif untuk meminimalisir kerusakan tersebut.

Mengenai reklamasi ex tambang, PT. Timah sudah mereklamasi sebesar 6.907 Ha dari luas WIUP darat 473.800 Ha, dan PT. Kobatin telah mereklamasi  5.844 Ha dari luas WIUP darat 41.00 Ha, “Sayangnya lahan yang sudah tereksploitasi belum terdata dan tidak diketahui, ini menurut laporan yang saya terima. Jadi tidak bisa dibandingkan dari yang sudah dieksploitasi berapa persen yang sudah direklamasi,” ujar M. Rum.

Aksi penambangan liar ini juga memiliki dampak negatif dengan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa penganiayaan yang sempat muncul pemberitaannya di media cetak, dan Bupati Bangka Tengah Erzaldi pun menambahkan, dengan adanya penambangan liar ini juga menimbulkan penyakit masyarakat dan tindak kriminalitas, untuk itu harus diatasi dan dikelola tata caranya dengan hukum, walaupun para penambang suka masih membandel walau sudah ditertibkan,  karena kegiatan penambangan timah ini mampu meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat penambang timah, dimana masih banyak masyarakat mengandalkan aktivitas penambangan untuk menyambung hidup.

Pemerintah Daerah pada saat ini mendorong, dan mengarahkan pertambangan rakyat melakukan kemitraan dengan perusahaan-perusahaan pertambangan, diantaranya telah dikembangkan blok sistem oleh PT. Timah Tbk. Melalui pola ini rakyat dapat melakukan kegiatan pertambangan dibawah suatu pengawasan yang terkontrol dan terkendali. Pemerintah juga berusaha terus mengembangkan pola-pola baru usaha pertambangan rakyat yang terjamin keselamatannya , seperti pengembangan TI apung mini dan TI Rajuk yang masih dalam proses penilaian dari kementrian ESDM melalui Dirjen Minerba.

“Kita tidak bisa menutup mata, timbulnya permasalahan dibidang pertambangan , sementara pada sisi lain, usaha pertambangan ini masih menjadi pilihan rakyat untuk mencari nafkah. Oleh karena itu saya mengharapkan kepada segenap pihak untuk memberikan perlindungan kerja dan fasilitas kerja yang dapat menjamin keselamatan rakyat menambang.” harap Eko.

Untuk itu diharapkan Pemerintah agar tetap fokus untuk mensejahterakan masyarakat. Dalam hal ini Bupati Belitung Timur Basuri Tjahaja Purnama menginginkan masyarakat yang penambang bisa diubah menjadi masyarakat perkebunan, kehutanan dan kelautan, mengingat Sumber Daya Alam tambang lambat laun pasti akan habis.

sumber : babelprov.go.id

One comment on “Kegiatan Penambangan Inkonvensional Perlu Ditangani Secara Arif Dan Bijaksana

  1. bahwa lingkungan yang baik dan sehat adalah HAK ASASI setiap WNI
    Pemanfaatan dan Pengelolaan Lingkungan hidup adalah upaya sistimatik dan terpadu, melalui perencanaan (RPPLH, KLHS (RTRW, RPJM, RPJP), pemanfaatan (daya dukung dan daya tampung), pengendalian (pencegahan, penanggulangan dan pemulihan), pemeliharaan (sustainability), pengawasan dan penegakan hukum.
    UU No.4/2009 bab.III, pasal 4 :2 Penguasaan mineral dan batubara dapat ditetapkan oleh Pemda dengan mengarah pada Pembangunan berkelanjutan.

    Dibutuhkan PERHAPI cabang wilayah Bangka Belitung untuk bisa berkontribusi secara proporsional dan profesional.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s