Penyelundupan Ribuan Telur Penyu Diungkap PSDKP Pontianak

Petugas gabungan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pontianak serta Pos Perbatasan TNI 641 Beruang di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, menyita 3.405 butir telur penyu yang akan diselundupkan ke Sarawak melalui Serikin. “Lokasi penangkapan di Pos PSDKP (Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan) perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang. Saat ini barang bukti berupa telur penyu berada di Stasiun PSDKP Pontianak,” kata Kepala PSDKP Pontianak, Bambang Nugroho saat dihubungi di Pontianak, Minggu (17/4). Ia menambahkan, sebelumnya petugas Pos PSDKP Jagoi Babang dan Libas 641 Beruang tengan melakukan pemeriksaan secara rutin, Jumat (15/4) sekitar pukul 19.00 WIB. Baca lebih lanjut

Insiden Selat Malaka

Kapal Hiu 001 milik petugas Patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengidentifikasi ada dua kapal berbendera Malaysia sedang menangkap ikan di kawasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Selat Malaka. Begitu kedua kapal ini ditangkap dan digiring ke Pelabuhan Belawan, di tengah jalan ada tiga helikopter Malaysia menghalangi. Petugas di dalam helikopter meminta kedua kapal itu dilepas karena menurut mereka, kapal itu masih berada di kawasan ZEE Malaysia. Merasa melakukan hal yang benar, petugas KKP tidak menggubris peringatan itu dan helikopter pun segera menghilang. Silakan baca latar belakang kasus ini di internet. Baca lebih lanjut

KKP Segera Cabut Izin 200 Kapal Asing


Menteri Kelautan dan Perikanan

Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad segera memproses dan mencabut izin sekitar 200 kapal penangkap ikan berbendera asing yang beroperasi di wilayah Indonesia. “Terdapat sekitar 200 kapal berbendera asing yang sekarang sedang kami proses untuk kami coret izinnya,” kata Fadel ketika ditemui setelah acara pencanangan bulan mutu produk perikanan di KKP, Jakarta, Senin (25/10). Menurut Fadel, pencabutan izin tersebut karena para pengelola kapal penangkap ikan tidak mempunyai unit pengolahan ikan di Indonesia sebagaimana yang telah ditentukan. Kapal asing yang akan dicabut izinnya tersebut antara lain berasal dari Thailand, Vietnam, Malaysia, Taiwan dan China. Baca lebih lanjut

Krisis Ikan Tahun 2014

Krisis ikan konsumsi mengancam Indonesia. Pada tahun 2014 diperkirakan akan terjadi kekurangan ketersediaan ikan sebanyak 11,15 juta ton. Ini akibat meningkatnya konsumsi ikan, tetapi tidak diimbangi dengan pertumbuhan produksi dan perlindungan pasar dalam negeri. Oleh karena itu, Kepala Riset Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim Suhana di Jakarta, Minggu (14/11/2010), mengimbau  pemerintah agar serius mengantisipasi ancaman ini. Rencana strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan 2010-2014 memproyeksikan, produksi ikan nasional, tangkap ataupun budidaya, pada 2014 mencapai 22,54 juta ton. Sementara itu, kebutuhan ikan nasional 33,68 juta ton, dengan asumsi konsumsi ikan 38,67 kilogram per kapita per tahun sehingga ada defisit ikan 11,15 juta ton. Baca lebih lanjut