Masyarakat Anyer Tolak Penambangan Pasir Laut

Sejumlah elemen masyarakat di Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Provinsi Banten,  menolak rencana penambangan pasir laut yang akan dilakukan oleh PT Pasir Sentosa Jaya dalam waktu dekat.  “Kami menolak adanya penambangan pasir laut di sekitar perairan Anyer dan Selat Sunda, karena merusak biota dan ekositem yang ada di laut,” kata Ahmad Sekhu, salah seorang perwakilan nelayan Anyer dalam acara sosialisasi kerangka acuan analisis dampak lingkungan (Ka-Andal) proyek penambangan pasir yang digelar Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Serang, di Restoran Sulawesi, Desa Cikoneng, Kecamatan Anyer, Selasa (1/11). Baca lebih lanjut

Hutan Mangrove di Meranti Hancur

*Karena Arang, Hutan Bakau Ditebang*
*Abrasi Mencapai 5 Km*

RIAU- Hampir sebagian besar hutan mangrove (bakau) di Riau mengalami kerusakan sangat parah. Kondisi inilah yang mengakibatkan sejumlah daerah di provinsi Riau mengalami abrasi. Kondisi paling parah terjadi di Kepulauan Meranti, sekitar 60 persen hutan mangrove di kawasan ini hancur akibat pembabatan yang dilakukan tanpa memikirkan dampak lingkungan. Bentang alam kabupaten Kepulauan Meranti yang sebagian besar terdiri dari daratan rendah, menjadi sangat rawan. Pada umumnya struktur tanah di Kepulauan Meranti berupa tanah alluvial dan grey humus dalam bentuk rawa-rawa atau tanah basah dan berhutan bakau (mangrove). Lahan semacam ini sebenarnya subur untuk pengembangan di sektor pertanian, perkebunan dan perikanan. Baca lebih lanjut

Pemkab Pamekasan Data Penambang Pasir

Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, melakukan pendataan penambang pasir ilegal di pantai utara wilayah setempat, sebagai upaya mengarahkan mereka beralih ke pekerjaan lain, karena menambang pasir merusak lingkungan. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap para penambang pasir. Bupati Pamekasan Kholilurrahman menjelaskan, meski secara hukum pekerjaan mereka salah, karena telah menyebabkan kerusakan lingkungan, akan tetapi pengarahan dan pembinaan oleh pemerintah perlu dilakukan. “Oleh karena itu, saat ini kami lakukan pendataaan, dan selanjutnya para penambang ini kami arahkan untuk bekerja selain pekerjaan menambang pasir,” kata Kholilurrahman di Pamekasan, Jumat (6/5). Pemkab sambung bupati kini juga telah membentuk tim guna melakukan pendataan terhadap jumlah pekerja penambang yang ada di wilayah itu. Hanya saja, sambung Kholil hingga kini belum ada data yang valid tentang jumlah penambang yang ada di pantai utara Pamekasan. Baca lebih lanjut

Ikan-ikan Pun Kalah di Citarum

Sebanyak 14 jenis ikan asli Sungai Citarum diperkirakan punah dalam kurun 40 tahun terakhir. Selain dipicu perubahan habitat pemijahan dan pembesaran akibat pembendungan sungai, ikan-ikan itu punah karena tidak mampu beradaptasi dengan air yang kian tercemar.  Jeje (64), nelayan di Desa Galumpit, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Rabu (30/3) siang, memejamkan mata sejenak saat diminta mengingat ikan-ikan langka yang pernah tertangkap jaringnya. ”Kebogerang, gabus, dan hampal beberapa kali kena, tetapi lika, arengan, dan balidra sudah lama nggak (tertangkap),” ujarnya. Ada beberapa jenis ikan yang sudah tidak diingat lagi namanya karena bertahun-tahun tak terjaring. Kini, seperti ratusan nelayan lain di perairan Waduk Ir H Djuanda atau Waduk Jatiluhur, Jeje lebih sering menangkap ikan nila, mas, dan patin yang juga banyak dibudidayakan di petak-petak keramba jaring apung, atau bandeng yang benihnya pernah ditebar pemerintah beberapa tahun terakhir. Baca lebih lanjut

Memanen Listrik dari Arus Laut

Selat menyimpan arus laut yang relatif tak pernah berhenti. Dengan mengandalkan dinamika pasang surut saja, tim peneliti berhasil memanen arus listrik dari arus laut yang mengalir di Selat Flores, di dekat Larantuka, Nusa Tenggara Timur. Arus yang keluar menuju Samudra Hindia biasanya jauh lebih kencang,” kata Erwandi, ketua tim perekayasa pembangkit listrik tenaga arus laut (PLTAL), Senin (25/4), dalam diskusi yang diselenggarakan PT PLN (Persero) di Jakarta. Dari hasil pemantauan, sepanjang tahun di Selat Flores bisa didapat kecepatan arus laut minimum 0,6 meter per detik dan maksimum 4,3 meter per detik atau rata-rata 1,8-2 meter per detik. Tim Erwandi dibentuk tahun 2008 di Surabaya di bawah naungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika pada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Uji coba pertama kali dilangsungkan pada akhir Maret 2010, dilanjutkan bulan Juni 2010. Uji coba tahap pertama menggunakan ukuran bilah turbin dua meter dengan diameter putaran turbin juga dua meter. Baca lebih lanjut

Penyelundupan Ribuan Telur Penyu Diungkap PSDKP Pontianak

Petugas gabungan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pontianak serta Pos Perbatasan TNI 641 Beruang di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, menyita 3.405 butir telur penyu yang akan diselundupkan ke Sarawak melalui Serikin. “Lokasi penangkapan di Pos PSDKP (Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan) perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang. Saat ini barang bukti berupa telur penyu berada di Stasiun PSDKP Pontianak,” kata Kepala PSDKP Pontianak, Bambang Nugroho saat dihubungi di Pontianak, Minggu (17/4). Ia menambahkan, sebelumnya petugas Pos PSDKP Jagoi Babang dan Libas 641 Beruang tengan melakukan pemeriksaan secara rutin, Jumat (15/4) sekitar pukul 19.00 WIB. Baca lebih lanjut

Rumusan Temu Teknis Nasional Pengawasan Sumberdaya Kelautan

HASIL RUMUSAN

TEMU TEKNIS NASIONAL PENGAWASAN SUMBERDAYA KELAUTAN

DIREKTORAT JENDERAL PENGAWASAN SUMBER DAYA

KELAUTAN DAN PERIKANAN

Denpasar, Bali 1-3 April 2011

Dalam rangka pemantapan dan peningkatan pengawasan sumberdaya kelautan, telah diselenggarakan Temu Teknis Nasional Pengawasan Sumberdaya Kelautan pada tanggal 1-3 April 2011 yang dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Pengawasan Sumber daya Kelautan dan Perikanan dan dihadiri oleh para peserta dari UPT dan Satker PSDKP di Lingkungan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan. Baca lebih lanjut

Kegiatan Penambangan Inkonvensional Perlu Ditangani Secara Arif Dan Bijaksana

ponton penambang timah - doc. DitwasSDK

Bangka Tengah – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sangat peduli dengan penanggulan masalah dalam hal pertambangan yang mempunyai dampak langsung maupun tidak langsung di masyarakat, hingga hal tersebut sangat perlu untuk dibahas pada rapat koordinasi yang diadakan bersama oleh Gubernur dengan para Bupati, Walikota, Kapolda dan Kepala SKPD terkait. Baca lebih lanjut

Insiden Selat Malaka

Kapal Hiu 001 milik petugas Patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengidentifikasi ada dua kapal berbendera Malaysia sedang menangkap ikan di kawasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Selat Malaka. Begitu kedua kapal ini ditangkap dan digiring ke Pelabuhan Belawan, di tengah jalan ada tiga helikopter Malaysia menghalangi. Petugas di dalam helikopter meminta kedua kapal itu dilepas karena menurut mereka, kapal itu masih berada di kawasan ZEE Malaysia. Merasa melakukan hal yang benar, petugas KKP tidak menggubris peringatan itu dan helikopter pun segera menghilang. Silakan baca latar belakang kasus ini di internet. Baca lebih lanjut

Kemanfaatan Mineral Ikutan dalam Penambangan Pasir Laut

Daerah Riau Kepulauan (laut dan pulau-pulaunya) adalah bagian dari jalur endapan bijih timah terbesar di dunia yang membentang dari Myanmar, Thailand, Malaysia, Kepulauan Riau, Bangka dan Belitung, terus ke Pulau Karimata di sebelah barat Kalimantan. Endapan bijih timah di daerah ini sebagian besar merupakan endapan residu sisa pelapukan batuan yang semula mengandung bijih timah tersebut. Baca lebih lanjut

Nelayan Masih Trauma Ekspor Pasir Laut

Alat berat sedang mengeruk pasir di Bintan

BINTAN (TP) - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bintan kembali me-nyuarakan penolakan akan wacana pembukaan kembali kran ekspor pasir laut dari Kepri ke Singapura. Penolakan itu dinilai berdasar, karena kerusakan-kerusakan yang sebelumnya terjadi juga belum pulih hingga sekarang. “Nelayan masih trauma. Kita masih ingat parahnya kegiatan ekspor pasir itu sebelumnya. Laut keruh, kubangan di mana-mana. Nelayan juga susah mencari ikan,” kata Baini, Ketua HNSI Bintan kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (10/2). Baca lebih lanjut

PK Pemprov Reklamasi Pantai Jakarta Menang


Mangrove

RMOL. Wahana Lingkungah Hidup Indonesia (Walhi) mengendus aroma busuk di balik keputusan Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan Peninjauan Kembali (PK) kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk melakukan reklamasi pantasi Jakarta.  Menurut Direktur Eksekutif Walhi Jakarta Ubaidillah, pihak­nya mengendus adanya lobil-lobi baik dari pengembang, pem­prov dan MA. MA dia nilai ma­lah men­dukung reklamasi itu. “Kok MA malah berbalik men­dukung 180 derajat dengan me­ngeluarkan PK itu,” tanya Ubai, kepada Rakyat Merdeka. Baca lebih lanjut

Tim Gabungan KKP, TNI AL, dan Polair tangkap kapal,, Malaysia Meradang

Kapal Pengawas Perikanan Hiu 003 Milik KKP

Kapal Pengawas Perikanan Hiu 003 Milik KKP

JAKARTA – Indonesia dan Malaysia kembali terlibat insiden perbatasan. Tim gabungan Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) menangkap dua kapal nelayan berbendera Malaysia, Kamis (7/4), lantaran memasuki perairan wilayah Indonesia.

Atas penangkapan itu, Kementerian Luar Negeri Malaysia mengirimkan nota protes kepada Pemerintah Indonesia. Mereka justru menganggap aparat Indonesia telah memasuki perairan Malaysia. ”Kami ingin memastikan di mana dua kapal yang ditahan dan akan terus mencari informasi mengenal hal ini,” ujar juru bicara Badan Penegakan Maritim Malaysia (APMM) yang tidak disebutkan namanya. Baca lebih lanjut